Postingan ini merupakan request dari teman saya Angga Cristava Megantara mengenai Laporan Keuangan Perusahaan. Langsung download saja artikel dibawah ini yang saya ambil dari situs universitas Gunadarma. semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan saudara baik untuk Angga maupun pembaca postingan ini. Maju terus pendidikan Indonesia ^_^
Contoh Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan : download
Akuntansi
0
komentar
Contoh Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan
Akuntansi
3
komentar
Persamaan Akuntansi
Transaksi Usaha
Transaksi usaha adalah kejadian yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Artinya suatu kejadian yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dengan sumber pembelanjaan.
Contoh: transaksi pembayaran rekening telepon, pembelian gedung, penjualan barang dagangan, dan lain-lain. Dalam pencatatan transaksi diperlukan suatu sistem pencatatan, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat, dan yang paling penting setiap transaksi harus didukung oleh bukti transaksi yang syah,tanda-tanda bukti ini merupakan bukti asli yang berhubungan erat dengan data-data yang dicatat dalam pembukuan perusahaan.
Nilai Transaksi
Alat pengukur transaksi yang digunakan dalam akuntansi adalah satuan uang yang masih berlaku. Misal: suatu perusahaan membeli gedung dengan harga Rp. 100.000.000,- Harga yang disepakati Rp. 100.000.000 ini merupakan nilai transaksi pembelian gedung.
Proses Pencatatan Akuntansi Berpasangan
Terdapat aturan yang ditetapkan untuk mencatat transaksi,aturan ini seringkali disebut sebagai akuntansi berpasangan (double entry sistem). Dalam sistem ini setiap transaksi keuangan yang terjadi selalu dicatat dengan cara seimbang yaitu: dengan menggolongkan transaksi tersebut kedalam dua bagian yang terkait dengan transaksi secara berpasangan, sehingga jelas pengaruhnya terhadap aktiva, hutang, modal, penghasilan dan biaya.
Persamaan Akuntansi
Pernahkah anda berfikir dan menghitung jumlah uang atau kekayaan yang anda miliki?. Dan darimana jumlah uang atau kekayaan yang anda miliki? Konsep atau pokok pikiran yang demikian inilah yang mendasari persamaan akuntansi.
Persamaan akuntansi merupakan gambaran keseimbangan antara kekayaan dengan asal sumber pembelanjaan. Sumber pembelanjaan dapat dibagi menjadi 2, yaitu dari Kreditur yang disebut Hutang dan Pemilik yang disebut Modal. Kekayaan sering disebut Aktiva, karena pada sisi ini menggambarkan sumber sumber yang bersifat aktif. Sedangkan sisi Hutang dan Modal disebut juga dengan Pasiva, karena sisi ini menggambarkan asal sumber pembelanjaan, jadi lebih sersifa pasif. Hubungan ini dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan sebagai berikut:
Berdasarkan persamaan di atas jelaslah, bahwa jumlah Har-ta/Kekayaan/Aktiva sama dengan jumlah jumlah Hutang ditambah jum-lah Modal atau Pasiva. Letak Aktiva disisi sebelah kiri dan Pasiva disisi sebe-lah kanan ini hanya merupakan suatu kebiasaan pada umumnya.
3.5 Elemen-Elemen Persamaan Akuntansi
3.5.1. Aktiva
Aktiva adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang bi-asanya dinyatakan dalam satuan uang. Untuk memudahkan pemaha-man bagi pembaca laporan keuangan biasanya aktiva dicantumkan da-lam neraca dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Aktiva Lancar: Kas, Surat Berharga, Piutang Dagang, Persediaan
2. Aktiva Tetap: Tanah, Gedung, Mesin
3. Aktiva Tetap Tak Bewujud: Goodwill
3.5.2. Hutang
Hutang adalah kewajiban-kewajiban yang harus dibayar oleh peru-sahaan dengan uang atau jasa pada suatu saat tertentu dimasa yang akan datang. Hutang dilaporkan di dalam neraca menurut urutan saat pelunasannya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Hutang Lancar (Hutang jangka Pendek): Hutang Dagang, Hutang Bangk, Hutang Wesel
2. Hutang Jangka Panjang: Hutang Obligasi, Hutang Hipotik
3.5.1 Modal
Modal pada hakekatnya merupakan hak pemilik perusahaan atas kekayaan (aktiva) perusahaan. Besarnya hak pemilik sama dengan aktiva bersih perusahaan, yaitu selisih antara aktiva dengan hutang. Adapun transaksi-transaksi yang berpengaruh terhadap modal adalah sebagai berikut:
1. Setoran Modal Pemilik: merupakan kegiatan pemilik perusahaan menyerahkan kas atau kekayaan lainnya sebagai setoran modal. Transakasi ini sifatnya menambah modal.
2. Pengambilan prive oleh pemilik, sifatnya mengurangi jumlah modal.
3. Penghasilan Perusahaan yang diperoleh melalui penyerahan barang atau jasa bersifat menambah modal.
4. Biaya yang terjadi dalam proses mendapatkan penghasilan. Sifatnya mengurangi jumlah modal.
3.6 Pencatatan Transaksi
Setiap transaksi dapat mempengaruhi komposisi persamaan akuntansi. Untuk menggambarkan hal ini, digunakan transaksi yang terjadi di dalam perusahaan jasa sebagai model.
(1) Tgl. 1 Januari 1994
Cut Kekei menanamkan uangnya sebesar Rp. 10.000.000 untuk usaha Jahit Penjahit “Modern” yang baru didirikannya. Transakasi ini mengakibatkan rekening Kas dalam aktiva bertambah, dan Modal perusa¬haan juga bertambah. Persamaan akuntansi dari transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
Tgl. 1 Januari 1993
Dibayar sewa rumah untuk tempat penyelenggaraan kegiatan usahanya sebesar Rp. 400.000. Transaksi pembayaran sewa mengakibatkan rekening Kas dan Modal berkurang sebesar Rp. 400.000. Persamaan akuntansinya adalah sebagai berikut:
Tgl. 1 Januari 1993
Membeli peralatan Jahit seharga Rp. 600.000 tunai.
Transaksi ini menyebabkan Kas berkurang dan rekening Peralatan bertambah sebesar Rp. 600.000. Persamaan akuntansinya adalah:
Tgl. 5 Januari 1993
Budi membeli perlengkapan jahit berupa jarum, benang, kancing dan risluiting seharga Rp. 200.000 secara kredit.
Transaksi ini menyebabkan rekening Perlengkapan bertambah dan timbul rekening Hutang Dagang sebesar Rp. 200.000. Persamaan akuntansinya adalah:
Akuntansi
0
komentar
Latihan Soal AK + JP
Risma advertising mencatat transaksi keuangan perusahaannya bulan Juli 2011 sebagai berikut.
Tanggal
1, Risma menyetorkan uang tunai sebesar Rp 45 000 000 dan peralatan studio senilai Rp 25 000 000
3, Pembelian peralatan seharga Rp 10 000 000, dibayar tunai 4 000 000, sisanya dibayar dalam 3 kali angsuran
6, Pembayaran sewa bangunan tempat usaha sebesar Rp 12 000 000 untuk masa sewa selama 1 tahun
7, Pembelian tunai perlengkapan studio seharga Rp 6 300 000
10, Pembayaran premi asuransi untuk masa 1 tahun sebesar Rp 1 500 000
15, Penjualan tunai 2 buah papan iklan seharga Rp 6 600 000
16, Pembayaran rekening listrik dan telepon sebesar Rp 450 000
20, Pengeluaran kas Rp 500 000 untuk perbaikan bangunan tempat usaha
23, Pengiriman faktur kepada PT JAYA FILM untuk pekerjaan jasa yang telah diselesaikan senilai Rp 6 800 000. Pembayaran 10 hari setelah tanggal faktur
26, Penerimaan cek dari PT JAYA FILM sebesar Rp 3 800 000, pembayaran faktur tanggal 23 Juli 2011
28, Pengiriman faktur kepada PT Gramedia untuk membuat papan nama dengan harga kontrak sebesar Rp 5 500 000, diterima tunai Rp 2 500 000, sisanya akan dilunasi dari kemudian
29, Penerimaan uang tunai untuk pembuatan slide iklan TV senilai Rp 4 600 000
30, Pembayaran gaji pegawai Rp 7 200 000 dan beban-beban sebesar Rp 1 400 000
30, Pengeluaran uang tunai untuk perbaikan peralatan sebesar Rp 1 200 000
31, Pengeluaran kas Rp 2 000 000 untuk keperluan pribadi Risma
31, Pembayaran angsuran utang atas pembelian peralatan sebesar Rp 3 000 000
Untuk ketertiban pencatatan akun, penomoran akun transaksi keuangan perusahaan Risma adalah sebagai berikut.
Informasi untuk penyesuaian saldo pada neraca saldo.
1. Sisa perlengkapan dinilai seharga Rp 1 500 000
2. Sewa ruangan kantor Rp 12 000 000 untuk masa 1 tahun terhitung sejak bulan Juli 2011
3. Asuransi yang belum jatuh tempo sebesar Rp 1 250 000
4. Peralatan bulan Juli disusutkan sebesar Rp 500 000
5. Gaji karyawan yang masih harus dibayar Rp 600 000
Tugas mahasiswa !
1. Catatlah transaksi keuangan perusahaan Risma dalam buku jurnal umum !
2. Susunlah rekapitulasi data jurnal umum !
3. Postinglah data jurnal umum ke buku besar !
4. Tulislah neraca saldo Risma Advertising per 31 Juli 2011 !
5. Susunlah jurnal penyesuaian berdasarkan informasi yang ada !
Jurnal Penyesuaian
PENGERTIAN JURNAL PENYESUAIAN & KOREKSI
Jurnal penyesuaian yang dimaksudkan adalah ayat-ayat jurnal yang perlu dibuat dengan tujuan agar rekening-rekening tertentu yang masih belum menggambarkan keadaan yang seharusnya menjadi rekening yang dapat menggambarkan keadaan yang seharusnya.
Jurnal Koreksi yang dimaksudkan adalah ayat-ayat jurnal yang perlu dibuat dengan tujuan untuk melakukan koreksi (pembenaran) atas kesalahan-kesalahan yang dialakukan dalam melakukan pencatatan.
Seringkali tidak dibedakan antara jurnal penyesuaian dengan jurnal koreksi. Sebenarnya jurnal penyesuaian dan jurnal koreksi mempunyai perbedan yang prinsip, yakni tujuannya.
Dengan dua pengetian diatas, jelas bahwa jurnal penyesuaian untuk menyesuaikan rekening yang belum menggambarkan keadaan yang seharusnya. Suatu rekening yang belum menggambarkan keadaan yang seharusnya disini bukan disebabkan oleh suatu kesalahan pencatatan, tetapi karena prosedur atau metode pencatatan yang merupakan kebijakan perusahaan. Jurnal penyesuaian tidak dibutuhkan bila setiap transaksi yang mengkibatkan perubahan posisi keuangan selalu dicatat. Namun prosedur demikian sangat merepotkan dan tidak praktis dilakukan perusahaan, sehingga transaksi intern yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan disesuaikan secara peridik. Sedangkan pembenaran (koreksi) atas rekening dalam jurnal koreksi, karena akibat suatu kesalahan dalam melakukan pencatatan.
Selanjutnya secara rinci tujuan dari jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut:
1) Agar supaya setiap akun riil khususnya akun aset/aktiva dan akun hutang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode.
2) Agar supaya setiap akun nominal menunjukkan penghasilan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.
ANALISA TERHADAP AKUN YANG PERLU DIBUATKAN JURNAL PENYESUAIAN
Laporan keuangan sebagai salah satu informaasi penting bagi pengambil keputusan yang merupakan hasil dari proses akuntansi. Oleh karenanya Laporan keuangan harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat menggambarkan posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan. Laporan keuangan yang disajikan sebaiknya berdasarkan pada neraca saldo yang telah disesuaikan. Karena sebelum menyusun laporan-laporan keuangan dari neraca saldo, perlu diteliti apakah saldo dari tiap-tiap akun sudah menunjukkan keadaan yang seharusnya, sebab ada akun-akun yang sudah siap untuk langsung dicantumkan dalam laporan keuangan dan ada pula yang perlu disesuaikan terlebih dahulu.
Untuk mempermudah melakukan analisa akun yang perlu dibuatkan jurnal penyesuaian, perlu dibuatkan Neraca Saldo. Saldo-saldo didalam neraca saldo biasanya merupakan penyesuaian untuk mengakui hal-hal sebagai berikut :
1) Pihutang penghasilan = yaitu penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.
2) Hutang biaya = yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat.
3) Hutang penghasilan = yaitu penghasilan yang sudah diterima, tetapi sebenarnya merupa¬kan penghasilan untuk periode yang akan datang.
4) Persekot biaya = yaitu biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibeban¬kan pada periode yang akan datang.
5) Kerugian pihutang = yaitu taksiran kerugian yang timbul karena adanya pihutang yang tidak bisa ditagih.
6) Penyusutan = yaitu penyusutan dari aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.
PENCATATAN JURNAL PENYESUAIAN
Untuk lebih jelasnya berikut ini diberikan contoh ayat jurnal penyesuaian atas neraca saldo dari perusahaan jasa komputer "M. ARIEF" per 31 Desember 1996. Perusahaan ini didirikan dan beroperasi mulai 1 Januari 1996
Informasi berikut berkaitan dengan akun-akun yang memerlukan penyesuaian.
1) Tanggal 1 September 1996 perusahaan melakukan deposito berjangka 12 bulan, nilai nominal Rp 10.000.000,- bunga 24 % pertahun. Bunga dapat diambil setiap tanggal 1 s/d 5 bulan berikutnya.
2) Pembayaran Gaji yang dilakukan perusahaan setiap tanggal 1- 5 bulan sebesar Rp 200.000,-
3) Sisa perlengkapan sebesar Rp 250.000,-.
4) Penyusutan Komputer & Peralatan diperkirakan 12 % per tahun
5) Pendapatan Sewa komputer sebesar Rp 16.000.000,- untuk waktu 6 bulan
6) Biaya Sewa Gedung Rp 1.800.000,- untuk masa 1 tahun
Dengan informasi-informasi di atas dapat dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut :
1) Penyesuaian Bunga Deposito
Pada tanggal 1 Desember sampai dengan 31 Desember tahun 1996 perusahaan telah mempunyai hak atas bunga deposito sebesar 1 bulan = (24 % x Rp 10.000.000,-) : 12 = Rp 200.000,-. Bunga tersebut dapat diambil mulai tangga 1 Januari 1997. Pada tanggal laporan (31 Desember 1996) perusahaan harus melakukan penyesuaian sebagai berikut:
Pihutang Bunga Rp 200.000,-
Pendapatan Bunga Rp. 200.000,-
2) Gaji
Ketentuan/kebijakan perusahaan Gaji bulanan akan dibayarkan pada tanggal 1 bulan berikutnya.. Sedangkan pada tanggal 31 Desember 1996 perusahaan sebenarnya telah mempunyai kewajiban untuk membayar Gaji sebesar Rp 200.000,-. Oleh karenanya perusahaan harus melakukan jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Biaya Gaji Rp. 200.000,-
Hutang Gaji Rp 200.000,-
3) Perlengkapan
Dibeli Perlengkapan komputer senilai Rp 100.000,- pada tanggal 4 Desember 1996, tetapi per tanggal laporan (31 Desember 1996) perlengkapan tinggal senilai Rp 25.000,- (karena dengan ada pemakaian perlengkapan sampai tanggal 31 Desember 1996). Oleh karenanya agar Rekenig Perlengkapan di Neraca nantinya menunjukan nilai yang benar, perlu adanya jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Biaya Pemakaian Perlengkapan Rp 75.000,-
Perlengkapan Rp 75.000,-
4) Komputer & Peralatan
Komputer dan Peralatan merupakan aktiva perusahaan yang bukan kekayaan sekali pakai habis seperti perlengkapan, namun dari sudut pandang akuntansi, bahwa dengan adanya pengggunaan Komputer dan Peralatan, maka nilai ekonomis komputer juga akan menurun atau berkurang. Dari segi teknispun komputer juga dapat rusak. Oleh karenanya dalam akuntansi penurunan nilai ekonomis Komputer dan Peralatan tersebut perlu diperhitungkan sebagai bagian dari nilai ekonomis yang dikorbankan atau dengan kata lain menjadi beban yang disebut dengan penyusutan yang akan disajikan di laporan Laba-Rugi. Tentang taksiran penyusutan sebenarnya ada beberapa metode yang dapat dipakai, namu secara detail akan dibahas dalam bab tersendiri. Berdasarkan informasi diatas maka jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Penyusutan Komputer & Peralatan Rp 255.000,-
Akumulasi Penyusutan Kmputer & Peralatan Rp 255.000,-
(Penyusutan = (12 % x Rp 255.000.000,- ) : 12 bln = Rp 255.000,-)
5) Pendapatan Jasa Sewa Komputer
Pada tgl. 6 Desember 1996 sebuah komputer disewa dengan kontrak sewa Rp 600.000,-untuk jangka waktu 6 bulan. Pada 31 Desember 1996, pendapatan sewa yang benar-benar menjadi hak perusahaan adalah Rp 100.000,- (1 bulan).
Sedangkan selebihnya senilai Rp 500.000,- masih belum menjadi hak perusahaan, dan statusnya adalah hutang perusahaan kepada penyewa, karena bila pada tanggal laporan penyewa membatalkan kontrak sewa, maka perusahaan berkewajihan mengembalikannya. Oleh karenanya senilai Rp 500.000,- dicatat dalam akun Pendapatan Sewa Diterima Dimuka. Dengan demikian jurnal penyesuaian yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Pendapatan Sewa Komputer Rp 500.000,-
Pendapatan Sewa Komputer Diterima Dimuka Rp 500.000,-
6) Biaya Sewa Gedung
Pada tanggal 1 Desember 1996, dibayar Sewa Gedung sebesar Rp 1.800.000,- untuk jangka waktu 1 tahun, maka selama bulan Desember 1996 yang menajdi biaya sewa sebenarnya hanya sebesar Rp 150.000,-. Sedangkan selebihnya adalah masih menjadi hak perusahaan dan disajikan dalam rekenig Biaya Sewa Gedung Dibayar Dimuka. Dengan demikian jurnal penyesuaian yang perlu dibuat adalah sebagai berikut :
Biaya Sewa Gedung Dibayar Dimuka Rp 1.650.000,-
Biaya Sewa Gedung Rp 1.650.000,-
(Biaya Sewa 1 bulan = Rp 1.800.000 : 12 bulan = Rp 150.000,-/ bulan)
Setelah informasi di atas dicatat dalam jurnal penyesuaian, maka langkah selanjutnya memasukan jurnal tersebut dalam Buku Besar atau posting, sehingga akun-akun yang bersang¬kutan akan menunjukan saldo yang benar/seharusnya. Bila disunun Neraca Saldonya, maka Neraca Saldo akan menunjukan saldo yang sudah benar dari masing-masing akun yang ada. Neraca saldo demikian ini disebut Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. Berdasarkan contoh sebelumnya maka Neraca Saldo Setelah Penyesuaian nampak sebagai berikut:
Selanjutnya Bila disusun Neraca, Laporan Perhitungan Laba-Rugi dan Laporan perubahan modal, masing-masing akan nampak sebagai berikut :
Neraca Saldo
Neraca saldo adalah formulir suatu daftar yang berisi semua saldo dari akun buku besar pada saat tertentu. Bentuk akun dapat dibuat bermacam-macam, namun didalam pembuatan form neraca saldo paling tidak harus mencantumkan Nama Akun, Saldo Debit dan Saldo Kredit.
Neraca saldo disusun dengan cara memasukkan jumlah saldo akhir masing-masing akun buku besar sesuai dengan sifat saldonya, apakah merupakan saldo debit atau saldo kredit.
Berikut diberikan contoh Neraca Saldo :
Buku Besar
Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.
POSTING
Posting adalah pemindahan catatan yang telah dilakukan dalam jurnal ke buku besar. Posting manual dapat dilakukan dengan cara:
• Tanggal dan jumlah yang dicatat dalam jurnal, dicatat kembali dalam akun yang ber¬sangkutan. Apabila dalam jurnal dicatat di sisi debit, maka posting harus dilakukan di sisi debit, demikian sebaliknya untuk sisi kredit.
• Apabila posting telah dilakukan, maka nomor halaman jurnal dalam kolom F (Folio) di akun.
• Langkah berikutnya adalah menuliskan akun yang telah diposting dalam kolom Nomor Akun di dalam jurnal. Prosedur ini mempunyai 2 maksud yaitu:
• Untuk menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah diposting
• Menunjukkan hubungan antara jurnal dan akun di buku besar
Cara mengerjakan posting dapat kita ambil contoh dari salah satu transaksi Perusahaan "M. Arief" pada tanggal 1 Januari 1996.
CARA POSTING DARI JURNAL SISI DEBIT KE AKUN SISI DEBIT
CARA POSTING DARI JURNAL SISI KREDIT KE AKUN SISI KREDIT
Dengan cara yang sama semua transaksi yang telah dicatat kedalam jurnal, di posting ke masing-masing akun yang sesuai. Selanjutnya dapat disusun Neraca Saldo.
Akuntansi
0
komentar
Jurnal
Jurnal adalah formulir yang digunakan untuk mencatat tranasaksi keuangan secara krono¬logis beserta penjelasan yang diperlukan. Jurnal disebut juga buku harian. Berdasarkan bentuknya buku Jurnal dibedakan menjadi dua, antara lain : Jurnal Umum dan Jurnal Khusus.
Jurnal umum digunakan untuk mencatat semua transaksi keuangan perusahaan, baik transaksi penerimaan kas, transaksi pengeluaran kasn, transaksi pembelian, transaksi- transaksi lainnya kedalam satu bentuk jurnal saja. Sedangkan Jurnal Khusus adalah jurnal digunakan khusus untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan tertentu saja dan sifatnya sering terjadi. Jurnal khsusus ini akan dibahas dalam bab berikutnya. Sedangkan dalam bab ini hanya dibahas jurnal umum. Jurnal umum biasanya terdiri dari dua kolom saja. Contoh Jurnal Umum adalah sebagai berikut :
Sebelum bukti transaksi keuangan dicatat dalam jurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap akun-akun di perusahaan. Pola pencatatan transaksi dalam jurnal diatur dalam sebuah mekanisme Debet dan Kredit. Pengertian Debet dalam Akuntansi menunjukan sisi sebelah kiri dan Kredit menunjukan sebelah kanan. Mekanisme Debet dan Kredit terlihat dalam tabel sebagai berikut :
PENCATATAN TRANSAKSI DALAM JURNAL
Pencatatan di dalam jurnal semua transaksi dicatat dengna mendebit dan mengkredit terhadap akun-akun tertentu. Nama akun yang digunakan dalam menjurnal harus sama dengan nama-nama akun yang digunakan dalam buku besar.
Contoh pencatatan transaksi-transaksi Jasa Komputer “M. Arief Computer” di dalam jurnal adalah sebagai berikut:
• Tanggal 1 Januari 1996 M. Arief menyetor kas ke perusahaan sebesar Rp. 30.000.000.
• Tanggal 3 Dibayar Sewa ruangan Rp 2.000.000,- untuk jangka waktu 1 tahun.
• Tanggal 4 Januari 1996 membeli 6 unit Komputer Pentium III Rp. 4.000.000,-/unit dan sebuah printer Rp 1.500.000,- dibayar tunai Rp. 20.000.000,- dan sisanya dibayar bulan depan
• Tanggal 5 Januari 1996 Dibeli Peralatan Komputer seharga Rp 1.500.000,- dan Perlengkapan Komputer Rp. 100.000,- secara tunai
• Tanggal 6 Januari 1996, diserahkan jasa ketikan 5 skripsi mahasiswa UNMER dan diterima kas sebesar Rp 200.000,- per skripsi.
Akuntansi
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).
Akuntansi modern
Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu akun, dan satu kredit terkait pada akun lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno.
Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah sejak dulu. Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.
Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.
Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".
Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.
Sejarah
Lukisan Luca Pacioli
Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.
Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".
Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.
Laporan akuntansi
Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam mengelola keuangan. [2] Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.
Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang.
Pengakuan transaksi
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengakuan transaksi akuntansi
Pengakuan suatu transaksi dalam akuntansi terbagi atas dua basis, yaitu basis akrual dan basis kas. Pengakuan transaksi berbasis akrual adalah pengakuan suatu transaksi pada saat terjadinya suatu transaksi, walaupun uang belum diterima. Sedangkan pengakuan transaksi berbasis kas adalah transaksi dicatat pada saat pembayaran diterima.
Siklus Akuntansi
Untuk Membuat Laporan Keuangan, terdapat delapan langkah, yang dikenal dengan Siklus Akuntansi. kedelapan langkah tersebut adalah:[rujukan?]
Transaksi keuangan
Mencatat segala transaksi keuangan, berdasarkan bukti asli transaksi, dalam satu periode akuntansi
Membuat Jurnal Umum berdasarkan catatan no.2
Membuat Buku Besar
Membuat Jurnal Penyesuaian
Membuat Laporan Keuangan: Laporan Laba rugi, Neraca, dan Leporan Perubahan Modal
Membuat Jurnal Penutup
Membuat Neraca Saldo setelah penutupan
Kualifikasi dan regulasi di bidang akuntansi
Persyaratan untuk dapat masuk dalam profesi akuntansi berbeda di setiap negara.
Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, akuntan yang berpraktik disebut Certified Public Accountant (CPA), Certified Internal Auditor (CIA) dan Certified Management Accountant (CMA). Perbedaan jenis sertifikasi adalah dalam hal jenis-jenis jasa yang ditawarkan, walaupun mungkin saja satu orang memiliki lebih dari satu sertifikat. Sebagai tambahan, banyak pekerjaan akuntansi dikerjakan oleh seseorang tanpa memiliki sertifikasi namun di bawah pengawasan seorang akuntan bersertifikat.
Sertifikasi CPA dikeluarkan di negara bagian tempat kedudukan yang bersangkutan berupa izin untuk menawarkan jasa auditing kepada publik, walaupun kebanyakan kantor akuntan juga menawakan jasa akuntansi, perpajakan, bantuan litigasi dan konsultansi keuangan lainnya. Persyaratan untuk mendapat sertifikat CPA bervariasi di antara negara bagian, namun ujian Uniform Certified Public Accountant diharuskan di setiap negara bagian. Ujian ini dibuat dan diperiksa oleh American Institute of Certified Public Accountants.
Sertifikasi CIA dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditors (IIA), yang diberikan kepada kandidat yang lulus dalam empat bagian ujian. CIA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik.
Sertifikasi CMA diberikan oleh Institute of Management Accountants (IMA), yang diberikan kepada kandidat yang dinyatakan lulus dalam empat bagian ujian dan memenuhi pengalaman praktik tertentu berdasarakan ketentuan IMA. CMA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik. CMA juga bisa menawarkan jasanya kepada publik, namun dengan lingkup yang lebih kecil dibanding CPA.
Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics) dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (United States Department of Labor) memperkirakan ada sekitar satu juta[4] orang yang bekerja sebagai akuntan dan auditor di Amerika Serikat.
Persemakmuran Inggris
Di Inggris, Kanada, Australia beberapa negara persemakmuran Inggris, ekuivalen Certified Public Accountant (CPA) diantaranya Chartered Accountant (CA - di Inggris, Persemakmuran Inggris dan beberapa bekas negara bagian Inggris lainnya), Chartered Certified Accountant (ACCA - Inggris), International Accountant (AIA - Inggris), Certified Public Accountant (CPA - Irlandia dan Hong Kong), Certified General Accountant (CGA - Kanada), dan Certified Practising Accountant (CPA - Australia).
Kanada
Di Kanada, ada tiga lembaga yang menangani akuntansi: the Canadian Institute of Chartered Accountants (CA), the Certified General Accountants Association of Canada (CGA), dan the Society of Management Accountants of Canada (CMA). CA dan CGA dibentuk berdasarkan Undang-undang Parlemen berturut-turut pada tahun 1902 dan 1913 sedangkan CMA didirikan dalam tahun 1920.
Program CA difokuskan menjadi akuntan publik dan kandidat harus memiliki pengalaman auditing dari kantor akuntan publik; program CGA memberikan kebebasan bagi kandidatnya untuk memilih karier di bidanga keuangan; program CMA memfokuskan diri pada akuntansi manajemen. Ketiganya mengharuskan setiap kandidat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan dan pengalaman praktik sebelum memperoleh sertifikasi.
Kantor akuntan the Big Four
Kantor akuntan the Big Four merupakan kantor akuntan internasional terbesar di dunia yang terdiri dari:
PricewaterhouseCoopers
Deloitte
Ernst & Young
KPMG
Kalau ditelusuri, sejarah keempat kantor akuntan terbesar tersebut berasal dari Eropa, yang sampai saat ini terbentuk dari serangkaian panjang penggabungan usaha. PricewaterhouseCoopers dan Deloitte didirikan di Inggris. Ernst & Young didirikan oleh seorang akuntan dari Skotlandia. KPMG merupakan produk gabungan dari dua kantor besar dari Belgia dan Belanda. Namun, karena pengaruh ekonomi Amerika Serikat yang sangat dominan, kantor-kantor cabang the Big Four yang berlokasi di Amerika Serikat selalu berhasil memperoleh penghasilan yang lebih besar dibanding dengan gabungan kantor-kantor cabangnya seluruh dunia.
Sebelum terjadinya skandal Enron dan beberapa skandal akuntansi lainnya, ada lima kantor akuntan terbesar yang dinamakan the Big Five. Sejak pemisahan bisnis jasa atestasi Arthur Andersen, di Amerika Serikat sebagian besar bergabung dengan KPMG sedangkan di luar Amerika bergabung dengan Deloitte & Touche, Arthur Andersen keluar dari kelompok itu. Sebelumnya, pengelompokan kantor akuntan terbesar ini juga dikenal sebagai the Big Six dan the Big Eight.